A. ARTI LOGO KEGIATAN:
================================
1. Rumah Tongkonan Toraja merupakan tempat berkumpulnya keluarga/rapu tallang yang walaupun di pisahkan oleh jarak, namun tongkonan hadir sebagai lambang kerukunan Toraja untuk mempersatukan tali Persaudaraan kita sebagai warga Toraja dimanapun kita berada dengan tetap pada motto' Misa' Kada di Potuo Pantan Kada di Pomate, Perantau Toraja Sikamali' Siangkaran, Sirande sia Sipakatana "Banua Ri Na Sikambela, Apa Iya Tu Inaya Tontong Sikala' Rambu Ruaya"
2. Tanduk kerbau (Tekken Langi’) membentuk suatu garis vertikal dan horisontal, antara langit dan bumi dalam hal ini hubungan Sang Pencipta dengan manusia dan hubungan antara makhluk hidup dalam mewujudkan nilai-nilai kasih dan kepedulian sosial.
3. Warna merah melambangkan semangat dan keberanian dalam menghadapi tantangan kehidupan, khususnya orang Toraja perantauan yang tersebar di berbagai belahan bumi ini, adalah orang-orang yang bersemangat dan berani menghadapi tantangan suka duka kehidupan.
4. Warna kuning keemasan melambangkan sukacita Perantau Toraja dalam mengaruhi baterah kehidupan yang tidak luput dari pada nilai-nilai persatuan dan kesatuan di tanah rantau.
5. Pertemuan Akbar Perantau Toraja secara umum melambangkan nama kegiatan, Arah titik terendeh merupakan kehidupan Perantau dimulkai dari titik nol melalui proses kehidupan yang panjang dalam mengarungi suka dan duka kehidupan sampai ia kembali mengingat Tongkonan atau tanah kelahiran.
I. MAKSUD DAN TUJUAN
1. Menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan dalam mempererat tali persaudaraan serta membangun hubungan yang harmonis diantara kelompok Masyarakat Toraja dengan masyarakat Toraja di perantauan.
2. Sebagai wujud nyata kepedulian Perantau Toraja kepada tanah kelahiran melalui kegiatan sosial seperti pelayanan kesehatan gratis kepada keluarga kurang mampu.
3. Sebagai wujud nyata kepedulian Perantau Toraja terhadap dunia pendidikan terlebih khusus di daerah-daerah terpencil dalam hal membantu pengadaan buku-buku bacaan dengan membangun taman bacaan (TBM) secara bertahap, yang tidak tersentuh oleh pemerataan pembangunan pendidikan. Ke depan diharapakan melalui kegiatan ini tidak menutup kemungkinan dapat membantu keluarga kurang mampu yang berprestasi untuk mendapatkan beasiswa, pelatihan-pelatihan melalui BLK, Mendatangkan tenaga-tenaga professional yang dapat melatih dan mendidik putra dan putri Toraja dalam pembentukan skil, karakter dan sumber daya manusia yang dapat menumbuhkan jiwa-jiwa usaha muda dalam pemanfaatan potensi dan sumber daya alam daerah melalui industri kerajinan, seni dan budaya yang dapat meningkatkan taraf ekonomi dan kehidupan masyrakat Toraja.
4. Sebagai wujud kepedulian Perantau Toraja terhadap kelestarian adat-istiadat yang sesuai dengan tatanan kehidupan beragama, dalam pagelaran seni dan budaya Toraja yang hampir punah, sebagai salah satu cara untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan domestik dan manca Negara, terlebih khusus kita sebagai warga perantau Toraja untuk mudik bareng yang tentunya akan memberikan kontribusi positif dalam peningkatan dn kemajuan serta masa depan industri pariwisata Toraja.
5. Mengajak untuk berpatisipasi kepada seluruh masyarakat Perantau Toraja yang ada diperantauan untuk lebih peduli terhadap kampung halaman dalam menyukseskan kegiatan ini.
6. Melalui kegitan ini harapan kita dapat terbentuk sebuah wadah yang bersifat independen yang bergerak secara mandiri sebagai wadah komunitas dengan solidaritas Perantau yang jauh dari kepentingan politik dan namun hadir sebagai wadah yang dapat menjadi mediator kepada semua Perantau Toraja baik dalam dan luar negeri yang dapat memberikan ide, masukan, peranan sosial serta kepedulian bagi kampung halaman kita dari sudut pandang berbagai aspek, menjadi link jaringan untuk saliang membantu baik eksternal dan internal.
================================
II. AGENDA KEGIATAN:
1. Pameran Kerajian, seni dan budaya di Art Center Rantepao Toraja UtaraTanggal 27-30 Desember 2010. Kerajian seperti pandai besi, kerajinan ukiran, kain tenun (Sa’dan dan Simbuang) dan berbagai jenis kerajian khas Toraja perlu mendapat perhatian untuk ditampilkan dalam paneran ini. Tujuan lainkegiatan ini, selain menampilkan bentuk kerajinan, seni dan budaya Toraja juga dalam kaitan meningkatkan kunjungan wisatawan lokal, dan mancanegara. Bahkan kalau kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara tetap setiap tahun, maka akan dimasukkan ke dalam kalender event dari Pemda Toraja Utara dan Tana Toraja.
2. Penghijauan. Penghijauan dimaksudkan untuk membantu masyarakat di lokasi yang kritis untuk menanami lokasi mereka sehingga ke depan apa yang mereka tanam akan menghasilkan sesuai untuk memenuhi sebagian kebutuhan masyarakatnya. Untuk kegiatan ini akan diadakan survey untuk menentukan tanaman apa yang cocok, bagaimana system pengelolaannya, apa kegunaan bagi masyarakat secara menyeluruh dan secara khusus masyarakat sekitar serta bagaimana partisipasi masyarakat sekitar dalam program ini. Jadi pendekatan yang akan digunakan adalah bagaimana mengembangkan potensi lokal dalam soal penghijauan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Survei September – Oktober 2010.
3. Penghijauan kota. Salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian adalah bagaimana menghijaukan kota dengan menyiapkan pot bungah berupa pot cor dengan ukuran diameter 60 cm dengan tinggi 50 cm sebanyak 50 buah untuk Tana Toraja dan 50 untuk Toraja Utara.
4. Kebersihan kota. Dalam kebersihan kota akan disiapkan 20 tong sampah permanen di Toraja Utara dan 20 buah di Tana Toraja yang akan dibuat dengan koordinasi dengan Dinas Kebersihan Tana Toraja dan Toraja Utara. Adapun ukuran tiap tong sampah adalah tinggi 120 cm, lebar 100 cm dan lebar 150 cm. Mengenai penempatannya akan dikoordinasikan dengan Dinas kebersihan dan Dinas Tana Kota dan instansi terkait lainnya.
5. Bakti Sosial berupa pengobatan gratis dan donor darah dilaksanakan pada tanggal 27-28 Desember 2010 di Makale dan Rantepao atau lokasi yang dianggap lebih membutuhkan sesuai hasil survey lapangan.
6. Ibadah Natal Oikumene dan KKR Sang Torayan di Nanggala Tanggal 29 Desember 2010, Seb agai tuan rumah untuk tahun 2010 dan untuk tahun depannya harapan kita bersama kecamatan di Kabupaten Tana Toraja sebagai tuan rumah dan kesinambungannya menjadi event tahunan.
7. Pertemuan Peduli Toraja dirangkaikan dengan Pagelaran seni dan Budaya di Lapangan Bakti Rantepao Tanggal 30 Desember 2010. Dalam kegiatan ini juga akan dicanangkan beberapa prgoram jangka pendek, menengah dan jangka panjang serta wadah yang akan menaunginya.
8. Kelanjutan dari Program Kerja Kampung Bola : Aksi Satu Bola Untuk Toraja, program kerja tahap pertama dari kampung bola telah terealisasi dan penyerahan tahap kedua menjadi salah satu agenda dalam rangkaian Pertemuan Akbar Perantau Toraja 2010.Dibuat oleh:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar