Sabtu, 25 September 2010

Wisata Alam dan Budaya Bumi Lakipadada Tana Toraja

Wisata Alam dan Budaya Bumi Lakipadada Tana Toraja
Bumi Lakipadada, Tana Toraja. Daerah primadona wisata Sulsel ini juga dijuluki surganya wisata alam dan budaya, karena memiliki kekayaan dan keindahan obyek wisata budaya yang termasyhur di dunia.
Wilayah Tana Toraja memiliki luas 3.205,77 km2, terdiri dari 15 kecamatan, 116 lembang (desa), dan 27 kelurahan.
Kondisi topografi Tana Toraja berada di daerah pegunungan, berbukit dan berlembah. Yang mana areanya terdiri dari 40% pegunungan dengan ketinggian antara 150 m s/d 3.083 m di atas permukaan laut (dataran tinggi 20%, dataran rendah 38%, rawa-rawa dan sungai 2%). Bagian terendah kabupaten ini, berada di Kecamatan Bonggakaradeng dan tertinggi Kecamatan Rindinggallo. Kondisi tersebut menjadikan kabupaten ini kaya akan keragaman obyek wisata alam dan budaya yang hingga kini tetap terjaga dan terpelihara.
Tana Toraja memiliki kekayaan budaya warisan leluhur yang tidak akan dijumpai di belahan bumi lain selain di Tana Toraja.
obyek wisata Kambira (kuburan pohon khusus bayi), Londa, Kete Ke’su, Batutumonga, Lemo Buntang, Bori, Lo’ko Mata, Perkampungan Buntao, Nanggala, Marante, Pekampungan Seni Ukir, arum jeram di Sungai Sa’dan, dusun Patane dan keragaman budaya upacara kematian (rambu solo) dan pesta syukuran (rambu tuka), Silaga Tedong atau pun atraksi Sisemba (adu kaki).
Wisata Alam dan Budaya   
Kambira (Kuburan Bayi di dalam Pohon)  
Obyek wisata satu ini sangat unik, karena jenazah bayi yang sudah meninggal dimasukkan ke batang pohon. Sebelum jenazah dimasukkan ke dalam batang pohon, terlebih dahulu batang pohon itu dilubangi, dengan ketentuan lubang tidak boleh menghadap ke arah kediaman keluarga yang meninggal. Mayat bayi lalu diletakkan ke dalam, dan ditutupi dengan serat pohon dari bahan pelepas enau (kulimbang ijuk). Pengunjung yang bertanda di perkampungan ini, bisa melihat langsung kuburan para bayi yang dimakamkan di atas pohon. Pohon tersebut bernama Tarra, pohon yang menyerupai pohon buah sukun dengan lingkaran batang pohon sekitar 3,5 meter. Pohon ini telah berumur sekitar 300 tahun dan tersimpan puluhan jenazah bayi berusia 0-7 tahun di dalamnya. Obyek wisata Kambira berada di Kampung Kambira, Kecamatan Sangalla, sekitar 20 km dari Kota Rantepao. Saat ini pohon tempat menyimpan mayat bayi tersebut sudah tidak digunakan lagi. Namun pohon Tara tersebut masih terlihat tegak berdiri, sehingga menjadi data tarik yang banyak dikunjungi wisatawan lokal mau pun mancanegara.  
Dusun Patane  
Tempat wisata ini menarik untuk dikunjungi. Karena dapat dijumpai setiap kali kita melewati beberapa dusun atau perkampungan warga. Patane adalah kuburan dari kayu yang berbentuk rumah Toraja. Biasanya dalam satu dusun, memiliki area Patane yang memang sudah dipersiapkan secara berkelompok. Di mana satu Patane, biasanya digunakan oleh satu keluargga yang akan menyimpan mayat keluarganya didalam lebih dari satu jenazah, bahkan biasa ada yang lebih dari lima jenazah. Dan itu dilakukan warga dengan ketentuan kelompok yang mereka buat tersendiri, yang juga disesuaikan dengan kesetaraan status sosial berkelompok yang berbeda-beda. Misalnya Patane Pong Massangka yang merupakan turunan bangsawan, di makamkan di dalam Patane, yang dilengkapi dengan patung (tau-tau) dirinya, terbuat dari kayu. Obyek wisata ini menjadi keunikan tersendiri buat wisatawan domestik dan mancanegara, yang selalu menyempatkan diri berkunjung ke Dusun Patane.  
Lokomata  
Obyek wisata ini disebut Lokomata, karena berbentuk bulat dan menyerupai kepala manusia. Batu raksasa alam ini digunakan sebagai liang (kuburan) oleh masyarakat yang bermukim di sekitar Desa Pangden, dengan cara membuat lubang pada baru raksasa. Ukuran lubang disesuaikan dengan ukuran peti jenazah yang nantinya akan di masukkan ke dalang liang. Lokasi Lokomata berada di desa Pangden ±30 km dari Kota Rantepao, atau berada di lereng Gunung Sesean, dengan ketinggian kurang lebih 1.400 meter di atas permukaan laut. Tempat wisata ini begitu unik, menawan, dan fantastik untuk dikunjungi. Karena selain melihat liang, pengunjung juga disuguhkan panorama alam yang begitu indah, serta deru arus sungai di bawah kaki kuburan terlihat begitu alami.  
Sungai Sa’dan, Mai’ting, Maulu dan Ma’dong  
Arus air di sungai ini diakui sangat menarik. Karena para wisatawan dapat melakukan wisata alam, yakni arung jeram secara alami. Segala fasilitas dan perlengkapan arung jeram dapat disewa di seputaran sungai. Tentu saja dengan tarif yang terjangkau bagi pengunjung.  
Permandian Makula dan Air Terjung Ranteballa  
Obyek wisata air panas Makula berada tidak jauh dari Kota Rantepao, jaraknya sekitar 28 km. Di tempat ini tersedia kolam anak dan dewasa yang dapat digunakan untuk berendam air panas setelah perjalanan jauh atau lelah mengunjungi beberapa obyek wisata yang ada di Rantepao. Untuk masuk ke Makulan pengunjung dikenakan biaya Rp 10.000 (dewasa) dan Rp 5.000 (anak-anak).    
Selain permandian air panas Makula, juga ada air terjun asin di Kampung Ranteballa, Kecamatan Bittuang. Menariknya air terjun itu terbilang langka. Pasalnya selain tingginya mencapai sekitar 50 meter, debit airnya juga tidak pernah berkurang sekalipun musim kemarau. Airnya ini sangat sejuk dan asri. Kedua obyek ini, sangat ayik dinikmati sehabis berkunjung ke obyek wisata Kambira, Dusun Patena, Lokomata dan bermain arung jeram.  
Wisata Unik dan Menghibur  
Selain beberapa obyek wisata yang dapat Anda kunjungi di Tana Toraja, keragaman atraksi wisata juga menjadi daya tarik unik dan menghibur bagi wisatawan yang berkunjung. Seperti dapat menyaksikan upacara pemakaman jenazah (rambu solo) dan pesta syukuran (rambu tuka) yang merupakan kalender tetap tiap tahun, tidak terkecuali di program kolosal dari Pemprov Sulsel, yakni Lovely Desember yang baru-baru diadakan tahun 2008 kemarin. Selain mengunjungi wisata di upacara kematian rambu solo dan rambu tuka, ada juga atraksi Sisemba dan Silaga Todong. Dalam atraksi ini, puluhan pemuda Tana Toraja, berseragam putih dan biru saling serang dengan menggunakan kaki. Aksi ini bukanlah tawuran, melainkan sebuah seni beladiri masyarakat Tana Torja yang unik. Dimana kaki kedua kelompok saling beradu, mengejar, dan kembali beradu kaki. Biasanya atraksi Sisemba, ditampilkan secara massal di perayaan pesta panen atau pesta kematian.  
Suvenir Khas Toraja  
Setelah menikmati keindahan panorama obyek wisata alam dan budaya, Anda bisa mampir di toko-toko pada pusat Kota Rantepao untuk membeli beragam cinderamata dan makanan khas Toraja, seperti Depa Tori, makanan yang terbuat dari beras ketan dicampur gula merah. Bentuknya kecil, garing dan manis. Ada juga ukiran Toraja, yang bisa dibawa pulang dan jadikan oleh-oleh untuk sanak keluarga, sahabat dan mitra kerja Anda, seperti kain tenun, patung, golok, dan rumah-rumahan tongkonan dari yang kecil sampai yang besar. Harganya dijamin murah dan menjangkau dompet pengunjungnya. Jadi tunggu apa lagi, Bumi Lakipadada siap setiap saat menanti kunjungan Anda.

wisata_sulsel

Sabtu, 18 September 2010

pa' tedong

hay sahabat  ....
saya  ingin berbagi buat sahabat tentang sedikit yang aku ketahui tentang budaya toraja yaitu mengenai kerbau  (tedong). kerbau  dulunya dipakai oleh nenek moyang  kita sebagai sebuah tolak ukur untuk suatu barang. Kalau sahabat perhatikan rumah adat toraja ( tongkonan) atau lumbung ( alang) . sahabat akan mendapati sebuah ukiran yang menyerupai tanduk kerbau atau yang biasanya disebut  pa' tedong.jadi nenek moyang kita( sang torayan)  bukan tampa alasan membuat ukiran tersebut.

Mintu’na Toraya ussangai kumua tedongmo tu mado angga’na
Biti’pa tu pia Toraya, na diada’imo  unggaraga tedong losso’ pitti’
Mintu’ daka’na Toraya tedong dipassuka’i. Uma pira tedong, banua pira tedong, manggaraga banua pira tedong. Pira tedong kapa’ namintu’ na pa’ barang-barangan diangga’ tedong sang pala’
sang sese tedong sanpala’ ( 1/2 )
sang tepo tedong sang pala ( 1/4 )’
sang leso tedong sang pala’ (1/8 )
sang  daluk tedong sanpala’ ( 1/16 )
dadi yato pura tedong iya na pake posukaran tu toraya





Kamis, 16 September 2010

Mereka yang terlupakan …!


Pasal 34 UUD 45 “Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.”  OMONG KOSONG!!





apa yang terjadi dengan bangsa ku
dalam hati kecil ku bertanya
mereka saudara kita, kenapa… kenapa, mereka disana ?
tidak  ka mereka seharusnya  di pelihara oleh bangsa ini
dan bahkan TUHAN  berpesan kepada pendahulu kita melalui UUD 45 pasal 34
kemana hak mereka itu…?


makanya yang “disana” jangan donk KORUPSI di banyakin, ingat mereka…! ( maap bila ada yang tersinggung)


Rabu, 15 September 2010

Pariwisata Lesu, Penenun Mengeluh


RANTEPAO -- Puluhan pengrajin tenun Kampung Sa'dan Kecamatan Sa'dan Kabupaten Toraja Utara, mengeluh lantaran sepinya kunjungan wisatawan tiga bulan terakhir. Omzet pengrajin tenunan khas Tana Toraja ini anjlok 100 persen karena kurang pembeli.

Kawasan Sa'dan sebelumnya sudah ditetapkan sebagai pusat penghasil kerajinan tenunan khas Tana Toraja. Para pengrajin masih memproduksi tenunan dengan cara tradisional. Kain tenun jadi seringkali menjadi bahan dasar berbagai jenis pakaian khas Toraja, seperti selendang. Atau bahan dasar taplak meja dan sarung.

Bahan tenunan ada yang terbuat dari benang kain, adapula terbuat dari serat nenas. Namun, kain yang berbahan dasar serat nenas sudah jarang ditemui karena sulit memeroleh serat nenas.

Di kampung ini, selain bisa melihat langsung cara menenun, wisatawan juga bisa belajar langsung membuat selendang, baju, sarung, dan lain-lain. Sebagai pusat penghasil kerajinan hasil tenunan di Toraja Utara, Sa'dan kini menjadi salah satu objek wisata yang kerap ramai dikunjungi wisatawan khususnya di musim
libur, Juni hingga Oktober.

"Tapi sekarang sepi sekali pengunjung pak, penghasilan kita terkadang hanya Rp 500 ribu per bulan. Padahal di musim libur, kita bisa menghasilkan omzet rata-rata Rp 2 juta," ujar Turu Ranteallo,42, penenun di Kampung Sa'dan, kepada penulis, belum lama ini.

Hal senada dingkapkan, Maria, 76, perempuan paruh baya ini berharap ada gebrakan pemerintah daerah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

Di tempat ini, terdapat puluhan penenun yang didominasi perempuan lanjut usia yang mengalami nasib sama. Kendati sepi pengunjung, para penenun mengaku tetap beraktivitas karena menenun sudah menjadi tradisi warisan moyang mereka.

Turu mengungkapkan, keahliannya menenun diwariskan oleh orang tuanya sejak duduk di bangku kelas 1 SD. Perempuan dua anak itu mengaku menenun merupakan tradisi turun temurun warga Sa'dan yang sekaligus menjadi sumber penghasilan.



fajar_online

Pariwisata Toraja Disuntik Rp 4 M



MAKASSAR -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel siap mengalokasikan anggaran Rp 4 miliar untuk membenahi sektor Pariwisata Tana Toraja dan Toraja Utara. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Sulsel, Syuaib Malombassi kepada wartawan, saat berkunjung ke Bali, akhir pekan lalu.

Menurut dia, anggaran dimaksud dialokasikan pada tahun anggaran 2011 nanti. Alokasi anggaran tersebut akan difokuskan pada pengembangan infrastruktur wisata. "Tana Toraja dan Toraja Utara selama ini menjadi ikon pariwisata Sulsel, makanya untuk mendorong perkembangan sektor pariwisata Sulsel, itu akan difokuskan di Tana Toraja dan Toraja Utara," kata Syuaib Malombassi.


Dia menjelaskan, anggaran tersebut bersumber dari pemerintah pusat. Total untuk Sulsel mencapai Rp 10 miliar. Anggaran tersebut sekaligus akan dialokasikan untuk memperbaiki infrastruktur menuju objek wisata serta rehabilitasi objek wisata.


"Karena sebagain besar jalan menuju objek wisata di Tana Toraja rusak, makanya jalan-jalan menuju objek ini diharapkan bisa segera diperbaiki," tandasnya.

Lebih lanjut, Syuaib menjelaskan, anggaran untuk sektor Pariwisata Sulsel tahun depan mengalami peningkatan yang cukup besar, khususnya anggaran dari pemerintah pusat.

"Kalau tahun ini kita hanya memperoleh anggaran Rp 4 miliar dari pusat, maka tahun depan naik jadi Rp 10 miliar lebih, itu sesuai dengan surat edaran menteri keuangan yang sudah kita terima," tuturnya.(kas)

KOMENTAR BERITA "Pariwisata Toraja Disuntik Rp 4 M"


fajar _online

Senin, 13 September 2010

Lakangkan Maega Pusaka Lakipadada


           
sejarah awal munculnya kerajaan di Sulawesi selatan mungkin belum banyak di ketahui publik. Konon, awal mula kerajaan itu berasal dari  Tongkonan layuk  Kaero kecamatan sangalla’ di bawa ke kuasaan adat puang Tamborolangi.  Menurut mitos puang ini bisa berkomunikasi langsung dengan tuhan .kini, jejaknya masih dapat kita lihat  di gunung kandora dalam bentuk kucing  milik puang tamborolagi. Kucing ini manjelma menjadi batu  akibat murkahan tuhan kepada dosa manusia

Puang tamborolagi melahirkan lakipadada yang mencari kehidupan abadi . iya mempunyai tiga orang anak yaitu :
1. Pattala meram
2. Pattala bantam
3. Pattala bunga 

pattala meram tinggal di luwu, sedangkan pattala bantam tinggal di goa.sementara pattala bunga kini kembali ke kaero. Dua anak dari lakipadada ini  belakangan diketahui membawa barang pusaka. Pattala meram di luwu membawa keris yang disebut labungwaru, sedangkan  pattala bunga membawa bendera yang disebut langkan mega.

Menurut salah seorang cicit lakipadada,  puang adam tandilangi,tiga benda pusaka itu adalah  bendera perang yang digunakan  raja-raja di Sulawesi. Lambanya menandakan kalau sebenarnya Sulawesi selatan khususnya toraja telah lama megenal pancasila , sebelum Indonesia merdeka . bendera tersebut kini disimpan di tongkonan sapan kecamatan sangalla, karena tongkonan utama layuk kaero tidak berpenghuni.

 Anehnya, berdasarkan cerita mitos, jika bendera itu kusam menandakan  eluarga kurang rukun. Sebalikya jika baru artinya rejeki besar buat keluarga
Diceritakan  bendera ini hanya bisa di buka apabila ada acara pesta rambu tuka’atau syukuran salah satu anggota tongkonan layuk yang terbesar di tallu lembangna, yaitu di sangalla, makale dan mengkendek

Minggu, 12 September 2010

“Dimana ada asap disitu ada tuhan”

“Dimana ada asap disitu ada tuhan” ya itulah sebuah judul majalah yang pernah aku baca pertengahan tahun 2005.persisnya saya sudah lupa siapa pengarang majalah tersebut( maklum sda 5 taun jadi dalupa mak)  bukan lah isi majalah itu yang aku ingin bagi buat kawan-kawan namun munkin ada kaitanya dengan apa yang akan aku tulis.
                                                                       * * *
 Saya dan kawan kawan sudah pasti tau bahaya/akibat yang akan di timbulkan oleh rokok tersebut.( kan setiap kemasan rokok biasanya ada tertulis “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”).

Tapi yang menjadi pertanyaan saya dan mungkin kawan kawan sekalian adalah mengapa masi banyak  orang yang masi merokok pada hal suda tau akibat yang akan timbul jika aktifitas itu(merokok) tetap dilakukan..? saya juga sebenarnya perokok (itu dulu) namun  tahun ini aku mulai kurangi( bukan karna gag da unag buat beli batangan dan mungkin wkwkwkwk) bahkan da mulai tidak merokok( karena penyakit amandel saya anti yang namanya asap rokok * itu kata dokter pada ku :-). 
                                                                                   * * *
kira-kira pukul 6,  iya atau jam 6 malam waktu toraja ( bagi orang toraja jam segitu da mulai sunyi bagi mereka yang tinggal di desa termasuk saya) dengan di temani sebatang rokok dan segelas KoToR( kopi toraja, yang termasyur itu) aku mulai beraksi ( kebiasaan buruk kwu melamun sambil merokok) aku mulai petualanganku (melamun) dari mulai #masah hidup kedepan(masadepan,dll) bahkan perkembangan politik dalam toraja maupun perkembangan luar toraja( indonesia) yang lagi hangat hangatnya di puplik.( mungkin ada yang bertanya apa hubunganya.makanya tunggu kelanjutanya...)

Sabtu, 11 September 2010

berbagi pegetahuan

suhu terdingin di dunia yang pernah tercatat adalah minus 89 derajat celcius di vostok, antartika pada 21 juli 1983
 ini det yang paling gampang, konon hanya dengan mencium aroma pisang atau apel ijau bisa membantu kamu menurunkan berat badan. mencium bukan dimakan yaa...


ternyata kita melupakan 80% apa yang kita pelajari tiap hari....

faceboook/// asik-asik aja kalua .....

1.status hubugan/relationship kamu
bikin kesepakatan sama pacar,apakah status relationship km perlu tulis'with" ...  nama kalian masing masing,atau cukup'berpacaran' aja
2.berteman degan teman dari sahabatmu pun ada etikanya
saat mau berteman dengan teman sahabat km jangan lupakan  keberadaan teman mu yang di sini berperan sebagai'penghubung'bilang dari siapa km mengetahui profil mereka jangan sampai km dikirain sales yang mencuri data-data orang, iya kan ..?
3. siapkan diri jika tiba tiba berteman denga seseorang yang pernah jadi pacar mu.
ketemu sang mantan di facebook..?siapin mental, karena mungkin km akan membaca status yang dia tulisa, kali aja km masih cemburu
4. jangan banjiri profil dengan foto,vidio dan komentar yang berkaitan degan kisah asmaramu
jangan ekspos hal pribadi dan jangan bertanya pada orang-orang di dunia maya apa lgi di facebook. yang diakses banyak orang  km malah bisa permalukan orang
5. jangan curhat buka rahasia
kalau mau curhat mending kirim email sms atau tlpn aja(cuman saran ). km gag mau rahasiamu di umbar oleh orang yang tidak bertanggung jawab
6. kenali perbedaan wall dan message 
kalimat seperti"i love u soo much baabyy i can't wait too see 2neit" mending di tulis di message jangan di wall
7. jangan sekali-kali membuat profil palsu
jangan umbar informasi pribadi tentang km atau memalsukanya.kamu kan gag tau apa aja yg bisa terjadi ke depanya. ingat! dunia maya meski menyenangkan tetap penuh dengan resiko dan orang-orang jahat( tae' na ya nasang thodak)