Senin, 13 September 2010

Lakangkan Maega Pusaka Lakipadada


           
sejarah awal munculnya kerajaan di Sulawesi selatan mungkin belum banyak di ketahui publik. Konon, awal mula kerajaan itu berasal dari  Tongkonan layuk  Kaero kecamatan sangalla’ di bawa ke kuasaan adat puang Tamborolangi.  Menurut mitos puang ini bisa berkomunikasi langsung dengan tuhan .kini, jejaknya masih dapat kita lihat  di gunung kandora dalam bentuk kucing  milik puang tamborolagi. Kucing ini manjelma menjadi batu  akibat murkahan tuhan kepada dosa manusia

Puang tamborolagi melahirkan lakipadada yang mencari kehidupan abadi . iya mempunyai tiga orang anak yaitu :
1. Pattala meram
2. Pattala bantam
3. Pattala bunga 

pattala meram tinggal di luwu, sedangkan pattala bantam tinggal di goa.sementara pattala bunga kini kembali ke kaero. Dua anak dari lakipadada ini  belakangan diketahui membawa barang pusaka. Pattala meram di luwu membawa keris yang disebut labungwaru, sedangkan  pattala bunga membawa bendera yang disebut langkan mega.

Menurut salah seorang cicit lakipadada,  puang adam tandilangi,tiga benda pusaka itu adalah  bendera perang yang digunakan  raja-raja di Sulawesi. Lambanya menandakan kalau sebenarnya Sulawesi selatan khususnya toraja telah lama megenal pancasila , sebelum Indonesia merdeka . bendera tersebut kini disimpan di tongkonan sapan kecamatan sangalla, karena tongkonan utama layuk kaero tidak berpenghuni.

 Anehnya, berdasarkan cerita mitos, jika bendera itu kusam menandakan  eluarga kurang rukun. Sebalikya jika baru artinya rejeki besar buat keluarga
Diceritakan  bendera ini hanya bisa di buka apabila ada acara pesta rambu tuka’atau syukuran salah satu anggota tongkonan layuk yang terbesar di tallu lembangna, yaitu di sangalla, makale dan mengkendek

Tidak ada komentar:

Posting Komentar