sejarah awal munculnya kerajaan di Sulawesi selatan mungkin belum banyak di ketahui publik. Konon, awal mula kerajaan itu berasal dari Tongkonan layuk Kaero kecamatan sangalla’ di bawa ke kuasaan adat puang Tamborolangi. Menurut mitos puang ini bisa berkomunikasi langsung dengan tuhan .kini, jejaknya masih dapat kita lihat di gunung kandora dalam bentuk kucing milik puang tamborolagi. Kucing ini manjelma menjadi batu akibat murkahan tuhan kepada dosa manusia
Puang tamborolagi melahirkan lakipadada yang mencari kehidupan abadi . iya mempunyai tiga orang anak yaitu :
1. Pattala meram
2. Pattala bantam
3. Pattala bunga
1. Pattala meram
2. Pattala bantam
3. Pattala bunga
pattala meram tinggal di luwu, sedangkan pattala bantam tinggal di goa.sementara pattala bunga kini kembali ke kaero. Dua anak dari lakipadada ini belakangan diketahui membawa barang pusaka. Pattala meram di luwu membawa keris yang disebut labungwaru, sedangkan pattala bunga membawa bendera yang disebut langkan mega.
Menurut salah seorang cicit lakipadada, puang adam tandilangi,tiga benda pusaka itu adalah bendera perang yang digunakan raja-raja di Sulawesi. Lambanya menandakan kalau sebenarnya Sulawesi selatan khususnya toraja telah lama megenal pancasila , sebelum Indonesia merdeka . bendera tersebut kini disimpan di tongkonan sapan kecamatan sangalla, karena tongkonan utama layuk kaero tidak berpenghuni.
Anehnya, berdasarkan cerita mitos, jika bendera itu kusam menandakan eluarga kurang rukun. Sebalikya jika baru artinya rejeki besar buat keluarga
Diceritakan bendera ini hanya bisa di buka apabila ada acara pesta rambu tuka’atau syukuran salah satu anggota tongkonan layuk yang terbesar di tallu lembangna, yaitu di sangalla, makale dan mengkendek

Tidak ada komentar:
Posting Komentar